Indonesiaku Sebelum Aku Bangun Tidur

Posted in 3. Mboel Menguap with tags on 15 October 2011 by anginlawu

Suatu hari aku bangun di pagi hari. Kemudian ketika aku hidupkan televisi di channel olahraga ada berita bahwa Timnas Indonesia berhasil lolos ke putaran final Piala Dunia. Luar Biasa, kemudian disusul berita bahwa Tukiman sang pembalap andalan Indonesia berhasil menjadi Juara Dunia F1 untuk pertama kalinya. Gila..ini bener-bener Indonesia. Lalu beberapa saat kemudian berita olahraga terpotong karena ada breaking news bahwa Tim Thomas dan Tim Uber kita baru saja berhasil menyandingkan Pila Thomas dan Uber yang telah lama terpisahkan.. Wah..wah..jadi bosen. kok ga ada berita yang seru dan menarik lagi ya.. Misalnya kerusuhan antar penonton dalam pertandingan liga antar kampung di desa Sejahtera..

Kupindah deh ke channel lain. Berita politik. Seru nih… Diberitakan bahwa DPR telah mengesahkan RUU Jaminan Kesehatan dan RUU Jaminan Pendidikan menjadi UU. Dengan UU tersebut maka dipastikan mulai saat ini seluruh rakyat Indonesia akan mendapat pelayanan kesehatan dan pendidikan gratis. Bahkan pendidikan gratis sampai dengan S1. Wow….maknyussss…Hidup Presiden.. Hidup DPR. Kalian memang pimpinan hebat. Ini adalah berita hebat lainnya setelah minggu yang lalu dengan gagahnya Bapak ketua DPR mengetuk palu disahkannya UU Pengangguran dimana semua pengangguran akan mendapat santunan sebesar minimum 50% dari UMR daerah. But UU ini kelihatnnya ga bakalan bertahan lama soalnya pengangguran di Indonesia menurut Badan Pusat Statistik tinggal 1 % dari penduduk produktif Indonesia.A soy..Asolole…Makin nyaman aja hidup di Indonesia..Negeri yang gemah ripah loh jinawi..

Lagi enak-enak lihat para wakil rakyat ee ada breaking news lagi bahwa TNI telah berhasil mengusir tentara malaysia dari garis perbatasan. Hebat…maju terus para prajurit bangsa pertahankan kedaulatan NKRI. Terlihat dengan gagah bendera merah putih berkibar di sepanjang perbatasan…Merinding rasanya melihat itu..Mantab..mantab dilanjutkan beritanya. Diberitakan bahwa hasil survei dari lembaga international menyebutkan Indonesia berhasil menduduki peringkat pertama sebagai negara dengan tingkat korupsi paling rendah.. Disebutkan pula bahwa lembaga terbersih berturut-turut di Indonesia adalah DPR, Kepolisian, Kejaksaan, Kehakiman, dan diikuti lembaga lainnya. Dan menariknya index korupsinya mendekati nol semuanya. Wah ini berarti KPK saatnya dibubarkan karena ga diperlukan lagi nih..

Btw..bosen ah lihat berita serius..mending lihat infotainment ah..lihat Gosip hohoho…Wah dari jaman nenek moyang sampai jaman digital ini ternyata nonton infotainment memang “menyenangkan”. Banyak yang cantik-cantik..banyak yang ganteng-ganteng..Emang sudah dari sononya kali ya bahwa manusia itu senang ama gosip hohohoh… walaupun sudah jelas bahwa gosip itu haram bin dilarang ee tetep aja dilanggar… dasar manusia..

Lagi enak-enak lihat infotainment tiba-tiba gubrakk !!! Pinggangku sakit buaget dan tiba-tiba aku udah ada di lantai kamar. Kemudian kudengar sayup-sayup lintasan berita dari TV tetangga yang dihidupkan dengan suara super keras. “SDN Pandai I di wilayah Jakarta Ambruk dan dipastikan tidak bisa lagi digunakan, Jaksa Jujur telah tertangkap tangan menerima suap sebesar 100 milyard rupiah untuk memenangkan perkara, TKI Indonesia terancam hukuman mati di negeri seberang, Penganguran dan orang miskin meningkat pesat akibat inflasi, Mbah tejo ditolak puskesmas karena tak punya uang untuk berobat…”

Walah..ternyata aku cuma bermimpi.. Asem tenan..ini pasti gara-gara tadi pas mimpi lihat channel infotainment..

Seandainya Abdul hafidz Anshary adalah Rakyat Jelata..

Posted in 3. Mboel Menguap with tags , on 13 October 2011 by anginlawu

Akhirnya Mabes Polri mengakui ada kesalahan ketik dalam Surat Perintah Dimulainya Penyelidikan (SPDP) kasus Pileg Halmahera Barat yang menyebut Ketua KPU Abdul hafidz Anshary sebagai tersangka. Sebelumnya, Jaksa Agung Basrief Arief menegaskan status Ketua KPU Abdul Hafidz Anshary sudah menjadi tersangka dalam kasus Pilkada Halmahera Barat. Hal itu tertulis dalam Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) yang dikirim oleh Mabes Polri. Namun Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo membantah pernyataan tersebut. Kapolri menyatakan status Hafidz masih sebagai saksi.

Ada yang menarik disini… Saya sedikit tergelitik. Masalah perbedaan status tersebut muncul dan diketahui publik karena Abdul Hafidz Anshary adalah ketua KPU, orang yang mungkin dikenal dan terkenal seantero negeri. Itupun karena status tersebut diumumkan oleh Kejaksaan Agung untuk diketahui publik yang kemudian dibantah oleh Mabes POLRI. Cerita ini kemudian berakhir setelah Mabes POLRI mengakui kesalahannya. Yah kesalahannya adalah “salah ketik”. Kelihatan sepele kelihatannya namun “suangat buesar” sebenarnya..

Saya jadi membayangkan.. Apakah yang terjadi jika hal itu terjadi pada rakyat jelata yang bukan siapa-siapa. Terjadi pada kasus yang tidak menjadi sorotan publik. Apakah polisi juga akan secara gentle mengakui kesalahannya dan merubahnya. Atau justru membiarkannya karena malu jika dinilai lalai dalam bekerja. Apakah mungkin ya beberapa orang dipenjara sana adalah orang yang masuk penjara karena salah ketik atau disalah ketikkan??? Entahlah…hanya Tuhan dan Polisi yang tahu…

Sebagai seorang warga negara biasa yang berstatus rakyat jelata, saya tentunya berharap banyak bahwa polisi akan menjadi lebih baik walaupun itu terjadi 1000 tahun lagi. Karena kalo berharap sekarang..itu sama saja bermimpi. Karena itu. Baiklah mari kita tidur dulu, dan bangun 1000 tahun lagi sehingga bisa menyaksikan polisi kita adalah polisi yang baik hati..polisi yang tidak salah ketik lagi…

Vote Komodo = Beramal ??? Ide Cemerlang…

Posted in 3. Mboel Menguap with tags , , on 6 October 2011 by anginlawu

Jusuf Kalla alias JK didapuk sebagai Duta Komodo. Ane baru tahu tadi pagi waktu ga sengaja nonton tayangan Apa kabar indonesia di TVOne.  Karena yang tampil dalam acara itu adalah JK maka channel ga jadi ane pindah. Terus terang ane termasuk pengagum JK. Di Indonesia ini ada dua orang tokoh yang ane kagumi karena ide-ide cemerlangnya. Tentu saja ide untuk memajukan bangsa bukan ide bisnis maupun ide bermotif ekonomi lainnya. Dua orang itu adalah Dahlan Iskan dan Jusuf Kalla. Dua orang yang saya anggap mirip, orang super kaya tapi luar biasa sederhana dan idenya selalu brilian. Cara berpikirnya sederhana, logis, dan yang terpenting hampir selalu berbuah keberhasilan..

Kembali ke topij ya…, Dalam tayangan tersebut baru ane tahu bahwa Wakil Presiden RI kesepuluh, Jusuf Kalla didaulat untuk menjadi Duta Komodo dan siap mendukung Komodo masuk sebagai Tujuh Keajaiban Dunia Baru. Dan seperti kebiasaan JK, begitu mendapat mandat, beliau langsung bekerja. JK yang kini menjabat Ketua Umum Palang Merah Indonesia mengunjungi Taman Nasional Komodo di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur dalam rangka mempromosikan Komodo sebagai salah satu keajaiban dunia.

Ada satu poin dalam perbincangan dengan TVone yang sangat menarik bagi ane. Sebuah pernyataan dari JK yang cukup sederhana tapi mengena. Memvoting Komodo dalam hal ini mengirimkan sms dukungan bukan hanya berarti mendukung Pulau Komodo tetapi juga sekaligus beramal. What?? Gimana maksudnya?? Dalam hal ini JK menjelaskan bahwa dengan sms yang dikirimkan, Pulau Komodo bisa masuk sebagai tujuh keajaiban dunia. Paling tidak bisa lebih dikenal oleh masyarakat dunia. Nah jika dikenal maka akan banyak para wisatawan yang datang ke NTT khususnya ke Pulau Komodo. Nah maka akan terjadi multiple effect yang luar biasa dalam hal ekonomi. Akan banyak industri baik kecil, menengah, maupun besar yang akan tumbuh. Warung-warung akan dibuka, kerajinan bakal tumbuh omzetnya, penginapan akan tumbuh, sektor transportasi akan berkembang dan masih banyak sektor ekonomi lain yang bakal tumbuh. Ini berarti ekonomi masyarakat NTT secara umum akan tumbuh dan berkembang pesat. Nah konklusi beliau adalah “bukankah itu berarti dengan mengirim sms yang mungkin cuma 2000 perak kita bisa memberi makan banyak orang disana??”. Akan lebih banyak masarakat miskin yang terangkat ekonominya. Bukankah Islam mengajarkan kita untuk membantu sesama, memberi makan fakir miskin. Pada poin ini ane salut Brillian..pemikiran yang secara idak sadar akan membuat nurani muslim pada umumnya tergerak. Bukankah itu cuma 2000 perak dan hasilnya kita bisa “memberi makan” banyak orang di sana???

Sekali lagi pada poin tersebut ane angkat topi dengan “terobosan” pak JK. namun ada satu pertanyaan yang kemudian muncul. Bagaimana kalo kemudian dengan tumbuhnya industri pariwisata disana maka akan menumbuhkan pula lahan “kemaksiatan” baru. Bagaimana kalau kemudian tumbuh club dan bar malam baru yang menyuguhkan minuman keras, wanita penghibur. Dan selanjutnya Pulau Komodo bisa menjadi “Pantai Kuta” selanjutnya. Apakah “infaq” berupa sms dukungan yang dikirimkan akan justru berbalik kepada pengirimnya. Itu berarti sang pengirim ikut andil dalam tumbuhnya “sarang” kemaksiatan baru…

Ane adalah salah satu orang yang akan mengirim sms dukungan karena terkena “sihir” dari perkataan pak JK. namun kemudian membatalkannya dalam detik terakhir karena munculnya pemikiran “negatif” tersebut. Mungkin bukan hanya ane yang mengalami hal itu. Ini menjadi pekerjaan bagi pak JK dan pemda disana khususnya untuk meyakinkan bahwa dengan dikenalnya Pulau Komodo maka kebaikanlah yang akan datang…

Namun bagaimanapun, ane salut dengan pak JK. Sekali lagi pernyataan sederhana pak JK, bagi ane adalah sebuah ide dan pemikiran cemerlang. Sederhana, blak-blakan tapi mengena..Sebagai duta Komodo maka pada poin tersebut ane kira pak JK telah berhasil menjalankan tugasnya. Namun menganggap Vote Komodo = Amal ?? Ane masih pikir-pikir.. Lalu bagaimana dengan anda???

Pak SBY, Tolong Jangan “berbohong” Lagi…

Posted in 6. Surat 4 Presiden with tags , on 16 August 2011 by anginlawu

Selamat Siang Pak SBY, Apa Kabar??? Semoga Anda selalu Sehat dan senantiasa dalam petunjukNya. Siang ini saya kembali membaca berita yang menuliskan pidato Bapak di hadapan rapat anggota DPR dan DPD. Rapat gabungan ini berlangsung di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Selasa (16/8/2011). Bapak mengatakan dengan tegas bahwa (katanya) Presiden SBY memastikan saat ini tidak ada lagi warga berpenghasilan rendah yang kesulitan mendapat pelayanan kesehatan dan pendidikan. Ini merupakan hasil kerja keras pemerintah meningkatkan kualitas serta cakupan layanan hak dasar terhadap warga negara.

Saya kasihan dengan Bapak. Bapak ini (katanya) pinter cerdas dan berwibawa. Coba dilihat lagi yang saya bold dan beri warna merah pak. Saat ini tidak ada lagi, yah tidak ada lagi saat ini yang kesulitan akan pelayanan kesehatan dasar. Bapak dapat laporan dari siapa ?? Apa bapak ga pernah lihat tv pak ?? Lihat penderitaan rakyat miskin yang ditolak untuk berobat atau yang ditahan pulang karena ga bisa bayar pengobatan ?? Atas dasar apa klaim Bapak tentang hal ini ??

Masih ingat ketika RSUD R Syamsudin SH didemo warga karena menolak pasien miskin, atau ketika RSUD Garut menolak pasien karena mengklaim akan terancam bangkrut, atau yang terbaru seorang pasien ditahan di puskesmas Rambipuji, Jember karena ga bisa membayar biaya pengobatan ???

Kalau toh Bapak dan jajaran pemerintah merasa berhasil dalam meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat, mbok ya jangan gunakan kalimat “saat ini tidak ada lagi“. Bisa-bisa itu pembohongan publik. bapak bisa berdosa apalagi bapak seorang pemimpin. Ga boleh ngomong sembarangan pak…Mbok ya digunakan kalimat “saat ini sebagian masyarakat miskin“..itu kelihatannya lebih realistis pak dan yang penting Bapak ga berdosa karena berbohong…

Lain kali hati-hati Pak jangan asal comot laporan dari bawahan yang sukanya ABS…kata orang tua itu berbahaya…kalo keseringan berbohong apalagi berbohong sama rakyat banyak bisa masuk neraka pak..Hiiiiiii….semoga ga deh pak..

Tolong jadilah pemimpin yang baik ya pak dan jujur…

Para Pencari PNS…Silahkan Menangis…

Posted in 3. Mboel Menguap with tags on 7 July 2011 by anginlawu

Ini mungkin berita yang menyedihkan atau mungkin justru menggembirakan. Tergantung siapa yang melihat dan dari sudut pandang mana menilainya. Saat ini tengah diwacanakan kebijakan penghentian sementara (moratorium) penerimaan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pembiayaan PNS sudah sangat membebani APBN, sehingga diperlukan penghematan besar-besaran. Pengeluaran belanja untuk pembiayaan PNS secara keseluruhan cukup besar. Ketua Tim Independen Reformasi Birokrasi Nasional Erry Riyana Hardjapamekas mengatakan, dari data Kementerian Keuangan terungkap, sebanyak 60 persen (Rp 720 triliun) dari total APBN Rp 1.200 triliun tersedot untuk gaji PNS dan berbagai fasilitasnya.. Dan ironisnya, anggaran yang luar biasa besar itu tidak dibarengi dengan kinerja yang menggermbirakan dari para abdi negara tersebut.

Bahkan beberapa pengamat mengtakan bahwa tidak efisiennya kinerja PNS diakibatkan gemuknya jumlah PNS yang tidak dibarengi dengan kompetensi yang sesuai. Sudah menjadi rahasia umum banyak PNS yang “menganggur” gara-gara pekerjaan yang seharusnya bisa diselesaikan oleh satu orang tapi karena “suatu” sebab dikerjakan oleh lebih dari satu orang. Sebuah contoh nyata yang penulis alami. Kebangetan masak mengurus ijin spanduk aja harus melewati lebih dari 3 meja berbeda, padahal tinggal tanda tangan dan stempel. Yah semoga ini bukan potret seluruh PNS di Indonesia.

Penerimaan PNS disinyalir beberapa pihak juga bukan semta-mata karena kebutuhan tapi lebih karena “pencitraan”. Pemerintah berusaha mengurangi pengangguran dengan secara kontinu mengadakan penerimaan PNS walaupun sebenarnya “tidak” membutuhkan. Ini menurut beberapa ahli sama saja menghilangkan masalah dengan membuat masalah baru.

Apapun itu, tentu saja berita ini akan sangat membuat sedih para pencari pekerjaan yang bernama PNS. Tentu saja, dengan gaji yang terus menerus naik tiap tahun dan juga tunjangan lainnya maka profesi ini menjadi buruan utama. Apalagi ditambah iming-iming pensiun di hari tua. Wah ini yang menyebabkan pemuda berprofesi PNS diburu para orangtua untuk dijadikan mantu. Jaminan masa depan katanya hahaha…

Namun jika dipandang dari sudut pandang lain, ini sebenarnya juga ada sisi baiknya. Dengan adanya persaingan ketat untuk bisa menjadi kuli di perusahaan besar dan penghentian penerimaan PNS, maka para pencari kerjakhususnya sarjana  “dipaksa” untuk berpikir kreatif. Dan akhirnya tumbuhlah para usahawan baru. Inilah yang sebenarnya dibutuhkan Indonesia. Pengalaman pribadi membuktikan betapa susahnya dan malasnya untuk memulai berwiraswasta. Sehingga diperlukan faktor lain yang bisa “memaksa” untuk memulai memecah kebuntuan.

Semoga dengan munculnya problem PNS yang super tidak efisien ini, pemerintah tersadar bahwa mengurangi pengangguran bukanlah dengan membuka lowongan PNS tetapi membuka lowongan menjadi pengusaha…

Dan bagi para PNS..semoga temen-temen semua bisa bekerja dengan benar dan melayani masyarakat. Karena kalian adalah golongan elit yang dibayar oleh uang rakyat..

Berbuat Jujur Ternyata “Masih” Menakutkan…

Posted in 3. Mboel Menguap with tags on 15 June 2011 by anginlawu

Mengikuti perkembangan kasus contekan massal di SDN Gadel II/577 Tandes, hati ini semakin miris. Sebuah kejujuran yang luar biasa ternyata justru berbuah cobaan luar biasa berat. Sebuah tindakan nan mulia ternyata mendapatkan hasil yang sungguh tak terduga. Sebuah keberanian yang sangat langka di negeri ini yang harusnya diapresiasi tinggi ternyata justru mendapat “caci maki”. Sebuah kejujuran yang lama mati di negeri ini ternyata belum sepenuhnya diterima untuk hidup kembali. Ironis…

Bagi yang belum mengetahui kasusnya, saya akan berikan kronologis (dikutip dari detiksurabaya) singkatnya :

Kasus ini bermula dari laporan AL kepada ibunya, Siami. AL mengaku diminta untuk memberi contekan kepada teman-temannya saat mengikuti ujian. Siami lalu mengadu ke Komite Sekolah, namun tidak ditanggapi. Siami lantas membawa kasus ini ke media massa. Setelah diberitakan, kasus ini sampai ke telinga Walikota Surabaya. Kasus ini pun diproses. Berbagai tanggapan muncul setelah kasus ini mencuat. Termasuk dari wali murid lain yang menuding Siami tidak punya hati.

Karena dianggap melakukan pembiaran terjadinya contekan massal, Kasek SDN Gadel II, Sukatman dianggap bersalah. Sukatman dikategorikan melakukan pelanggaran berat yang paling ringan dengan sanksi penurunan pangkat dari IVa menjadi IIId. Sukatman juga dicopot dari jabatan kepala sekolah. Sukatman juga tidak diperkenankan menjadi guru selama tiga tahun. Kini Sukatman ditempatkan di Dinas Pendidikan Kota Surabaya sebagai staf. Sementara dua guru yakni Fatchur Rohman yang juga wali kelas VIA dan Prayitno guru kelas VIB dianggap melakukan pelanggaran disiplin sedang terberat. Sanksi yang diterima yakni, penurunan pangkat satu tingkat di bawahnya dan jabatan fungsional sebagai guru juga ikut lepas. Sanksi tersebut berlaku selama satu tahun.

Sanksi yang diterima ketiga pendidik ini membuat sejumlah wali murid lainnya marah. Mereka menuding Siami dan keluarganya tidak punya hati. Mereka bahkan mengusir keluarga Siami. Mereka juga meminta Siami meminta maaf ke sekolah. Meski tuntutan itu sudah dilakukan, warga juga masih mengusir Siami. Peristiwa ini membuat AL ketakutan.

Sebagian masyarakat kita memang ternyata masih sakit. Hal ini juga diungkapkan oleh pakar pendidikan Prof daniel M Royid. Tuntutan masyarakat sekitar yang ingin mengusir keluarga Siami adalah bentuk penyakit. Masyarakat sedang sakit…

Namun, ditengah tekanan yang dialami oleh keluarga Siami, keluarga ini masih mendapatkan simpati. Ikatan Guru Indonesia mendukung penuh upaya dan kejujuran AL. bahkan MPR pun kelihatannya juga merespon positif.

Sebuah episode sederhana kehidupan ini kembali membuktikan bahwa ternyata kejujuran memang barang yang sungguh langka di negeri ini. Barang yang begitu mahal dan kadang justru begitu menakutkan untuk dilakukan..(Sebagian) Masyarakat justru menginginkan kejujuran dikubur dalam-dalam. Biarlah menjadi harta karun terpendam yang entah siapa kelak yang akan menemukan..

Lalu, Menyerahkah kita untuk berbuat jujur…(Sebenarnya) Tidak tapi sungguh kenyataan yang ada begitu menakutkan..Lalu apa yang harus kita lakukan dengan kejujuran ????

Aku dan Tukang Cukur

Posted in 2. Mboel Berjalan with tags on 14 June 2011 by anginlawu

Tadi sore baru saja ane ikhlaskan rambut yang sudah mulai “kruwel-kruwel” ini untuk meninggalkan diri ini. Rasanya kepala ini sudah cukup berat membawa rambut “gimbal” ini hohoho…Akhirnya seperti biasa. Kupercayakan kepada tukang cukur langganan untuk melepasnya dari kepala. Tukang ckur kaki lima sih tapi cukup berpengalaman. Maklum rambut “istimewa” ini harus ditangani dengan seksama dan tidak sembarang orang bisa melakukannya. Tak lebih dari setengah jam, ritual bulanan itupun selesai. Dan hasilnya..kepala jadi enteng…

Tapi sebenarnya bukan itu inti masalahnya. Secara iseng ane coba mengkalkulasi pendapatan pak tukang cukur. Sekali beroperasi, beliau ini mendapatkan fee 8.000 perak. Nah kalo rata-rata per hari dapat 10 kepala saja berarti 80.000 perak udah dikantongi. Kalo hari efektif bukak lapak 26 hari berarti per bulan udah dapat 2.080.000 perak. Wah, ini sih penghasilan yang relatif besar. Bahkan melebihi gaji pokok PNS Gol IIIa dengan masa kerja 5 tahun. Hebat bener…Bahkan ini jauh diatas rata-rata UMR kota Surabaya yang hanya 1.115.000 perak…

Sebuah kenyataan yang (bagi saya) patut direnungkan. Beliau, tanpa memeras keringat berlebih telah bisa mendapatkan penghasilan yang jauh melebihi UMR dan bakan setara dengan gaji PNS. Sebuah profesi sederhana yang kadang cenderung diremehkan tapi ternyata hasilnya cukup luar biasa. Tanpa berkeringat berlebih, tidak disuruh orang, tanpa berbohong, tanpa berbuat curang, tanpa menyakiti orang, tukang cukur bisa hidup “layak”. Tapi sayang tidak banyak orang yang memperhatikan. Kebanyakan orang lebih memilih status. Kerja di pabrik atau kerja kantoran yang justru upahnya tak seberapa. Sudah disuruh-suruh, kadang harus melawan hati nurani, upah cuma dapat UMR. Sebuah gambaran betapa wirausaha sendiri apapun bentuknya ternyata lebih baik (menurut ane) dalam semua aspeknya

Sebuah cermin yang semakin membuat ane malu. Lebih baikkah penghasilan ane dengan bapak tukang cukur. Secara penghasilan real mungkin  bisa dibandingkan tapi apakah penghasilan ane sebarokah penghasilan bapak tukang cukur. Bapak tukang cukur mendapatkannya dengan penuh kejujuran sedangkan ane ??? Hanya kepada Allahlah hamba minta ampunan…

Ternyata Bapak Tukang Cukur itu jauh lebih baik dari PNS, orang kantoran, orang proyekan, bahkan anggota DPR yang katanya terhormat..Seharusnyalah kita berkaca kepada orang-orang seperti Bapak Si Tukang Cukur..

Pak Tukang Cukur…sungguh aku juga ingin “mengikuti”mu…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.