Archive for the 2. Mboel Berjalan Category

Anakku adalah Bayi ke-7 Milyar…

Posted in 2. Mboel Berjalan with tags , on 31 October 2011 by anginlawu

Senin, 31 Oktober 2011 sekitar jam 08.00 telah lahir dengan selamat salah satu bayi ke tujuh milyar di dunia ini. Seorang bayi cowok yang insyaallah akan ikut meramaikan dunia, melindungi segenap bangsa, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia.

Seorang bayi yang akan menghadapi “kerasnya” penduduk dunia, “ketidakadilan” penguasa dunia, “kesombongan” pengadil dunia. Seorang bayi yang akan menerima kenyataan bahwa agama dan norma kian jauh hilang ditelan debu jaman. Seorang bayi yang akan menghadapi kenyataan bahwa rasio dan akal menjelma menjadi Tuhan.

Namun aku meyakini sepenuh hati dengan mengharap ridlo ilahi bahwa bayoi itu kelak akan mampu bertahan menhadapi semua itu. Bahkan akan mampu mendobrak dan mengubahnya. Seorang bayi yang kelak akan berjalan dengan agamanya di atas dunia yang makin sempit dan terlipat karena teknologi..Seorang anak yang tegar, cerdas, kuat dalam memegang “bara api” dalam membela agamanya keyakinan dan kehormatannya. Namun sungguh ya Rabb, itu bukan jalan Amrozi dan bala tentaranya. Tapi jalan ahlussunnah yang akan menerangi dunia..

Sungguh Nak..itu harapan yang sangat tinggi setinggi langit yang ayahmupun baru sanggup melaksanakannya dengan kata-kata. namun dengan doa dan ridlo Allah, Tuhanmu maka harapan yang ultra tinggi itu akan mampu engkau gapai.

Bayi yang lahir ini diklaim oleh masyarakat dunia, rumah barumu, sebagai bayi ke-7 milyar. Sungguh ayahmu tidak perduli dengan itu. Ayah tidak perduli engkau lahir sebagai bayi ke-7 milyar, 8 milyar, atau 9 milyar. Ayahmu tidak perduli apakah pemerintah hari ini akan memilihmu sebagai bayi ke-7 milyar. Ayahmu tidak perduli apakah presiden SBY akan memberikanmu nama. Ayah tidak perduli apakah akan ada yang akan memeberikanmu hadiah sebagai bayi ke-7 milyar. Ayah hanya peduli bahwa kau lahir ke duania dengan satu tujuan dan harapan. “MENGUBAH DUNIA..”. Bukan seperti ayahmu yang hanya bisa meratapi nasib ini..

Tulisan ini adalah doa dan harapan. Nak, Selamat datang di rumah barumu.. Selamat bergabung dengan 7 milyar manusia dunia sebelummu baik yang masih hidup maupun yang sudah terkubur dalam tanah…

Aku dan Tukang Cukur

Posted in 2. Mboel Berjalan with tags on 14 June 2011 by anginlawu

Tadi sore baru saja ane ikhlaskan rambut yang sudah mulai “kruwel-kruwel” ini untuk meninggalkan diri ini. Rasanya kepala ini sudah cukup berat membawa rambut “gimbal” ini hohoho…Akhirnya seperti biasa. Kupercayakan kepada tukang cukur langganan untuk melepasnya dari kepala. Tukang ckur kaki lima sih tapi cukup berpengalaman. Maklum rambut “istimewa” ini harus ditangani dengan seksama dan tidak sembarang orang bisa melakukannya. Tak lebih dari setengah jam, ritual bulanan itupun selesai. Dan hasilnya..kepala jadi enteng…

Tapi sebenarnya bukan itu inti masalahnya. Secara iseng ane coba mengkalkulasi pendapatan pak tukang cukur. Sekali beroperasi, beliau ini mendapatkan fee 8.000 perak. Nah kalo rata-rata per hari dapat 10 kepala saja berarti 80.000 perak udah dikantongi. Kalo hari efektif bukak lapak 26 hari berarti per bulan udah dapat 2.080.000 perak. Wah, ini sih penghasilan yang relatif besar. Bahkan melebihi gaji pokok PNS Gol IIIa dengan masa kerja 5 tahun. Hebat bener…Bahkan ini jauh diatas rata-rata UMR kota Surabaya yang hanya 1.115.000 perak…

Sebuah kenyataan yang (bagi saya) patut direnungkan. Beliau, tanpa memeras keringat berlebih telah bisa mendapatkan penghasilan yang jauh melebihi UMR dan bakan setara dengan gaji PNS. Sebuah profesi sederhana yang kadang cenderung diremehkan tapi ternyata hasilnya cukup luar biasa. Tanpa berkeringat berlebih, tidak disuruh orang, tanpa berbohong, tanpa berbuat curang, tanpa menyakiti orang, tukang cukur bisa hidup “layak”. Tapi sayang tidak banyak orang yang memperhatikan. Kebanyakan orang lebih memilih status. Kerja di pabrik atau kerja kantoran yang justru upahnya tak seberapa. Sudah disuruh-suruh, kadang harus melawan hati nurani, upah cuma dapat UMR. Sebuah gambaran betapa wirausaha sendiri apapun bentuknya ternyata lebih baik (menurut ane) dalam semua aspeknya

Sebuah cermin yang semakin membuat ane malu. Lebih baikkah penghasilan ane dengan bapak tukang cukur. Secara penghasilan real mungkin  bisa dibandingkan tapi apakah penghasilan ane sebarokah penghasilan bapak tukang cukur. Bapak tukang cukur mendapatkannya dengan penuh kejujuran sedangkan ane ??? Hanya kepada Allahlah hamba minta ampunan…

Ternyata Bapak Tukang Cukur itu jauh lebih baik dari PNS, orang kantoran, orang proyekan, bahkan anggota DPR yang katanya terhormat..Seharusnyalah kita berkaca kepada orang-orang seperti Bapak Si Tukang Cukur..

Pak Tukang Cukur…sungguh aku juga ingin “mengikuti”mu…

Ketika 16 Milyar Lenyap karena 3 Huruf…

Posted in 2. Mboel Berjalan with tags on 12 May 2011 by anginlawu

Sebuah cerita yang mungkin berguna…

Kejadian ini sebenarnya terjadi seminggu yang lalu. Tetapi karena pertimbangan tertentu baru bisa ane posting sekarang. Rabu, 4 Mei 2011, ane kebagian tugas mendampingi “teman” untuk melakukan pembukaan dokumen tender disebuah perusahaan BUMN di Surabaya.

Dari pra tender didapatkan dua peserta tender yang dinyatakan layak untuk mengikuti proses tender. Waktu untuk menyiapkan dokumen tender adalah 3 minggu dari proses Aanwijning (penjelasan lelang) selesai. Sebuah waktu yang sangat cukup banyak untuk menyiapkan dokumen tender, karena biasanya waktu yang diberikan hanya 2 minggu.

Waktu pembukaan dokumenpun datang, dokumen telah dikumpulkan, dan mulailah dilakukan listing untuk mencocokkan dokumen yang dimasukkan dan dokumen yang diminta. Dan hasilpun didapatkan.

Dari 2 dokumen yang disubmit oleh 2 peserta tender, salah satunya tidak memenuhi syarat. Ada satu dokumen yang diminta oleh pihak pemberi pekerjaan yang tidak ada dalam dokumen. Akibatnya merekapun dinyatakan gugur dalam proses tender.  Ironis, hanya karena selembar kertas mereka gagal berkompetisi mendapatkan pekerjaan senilai lebih dari 16 milyar.

Tapi bukan itu yang sebenarnya menjadi poin utama dari cerita ini. Karena bagi yang sering mengikuti tender pastilah paham dan biasa dengan hal seperti ini. Poin yang dimaksud adalah dalam cerita lanjutan seperti dibawah.

Dengan kejadian itu praktis hanya ada satu peserta tender yang lolos ke babak selanjutnya. Dan dari gerak tubuh dan mimik mereka, ane  yakin mereka sangat yakin bisa mendapatkan pekerjaan besar ini. Lha gimana, mereka perusahaan besar dengan segudang pengalaman dan SDM yang mumpuni. Secara teknis pastilah mereka bakal memenuhi syarat dalam penilaian. Maka senyum mengembangpun mengiringi keluarnya peseta tender yang kalah dengan wajah kecut. Entah nasib apa yang bakal mereka dapat dikantor mereka setelah ini hahaaha….habislah mereka oleh umpatan sang bos. Gagal mendapat pekerjaan 16 milyard hanya karena selembar kertas..

Sudahlah, biarlah mereka meratapi nasib mereka. Sekarang kembali ke lanjutan cerita. Sang calon pemenang dengan senyum penuh percaya diri bersiap ke stage selanjutnya. Listing dokumen mereka lolos.

Sesi pengecekan dan penilaian dokumenpun dimulai. Semuanya bernilai plus. Tentu saja, karena mereka adalah perusahaan besar dengan segudang pengalaman dan SDM handal. Namun satu hal mengejutkan terjadi. Ditemukan satu dokumen penting yang didalamnya terdapat 3 huruf yang janggal. Yup benar hanya 3 huruf bukan kata tapi huruf. Tapi 3 huruf tersebut adalah 3 huruf ajaib dan sangat penting karena bisa mempengaruhi hampir sebagian besar pekerjaan. Cross check-pun dilakukan dan hasilnya…cukup mengejutkan..dengan segala alasan dan argumentasi akhirnya mereka mengakui..Mereka salah ambil dokumen dan sekali lagi ini hanya satu lembar..Akibatnya merekapun off alias gugur dari proses tender.

Matilah kau….Ane jadi teringat senyum kemenangan mereka satu minggu yang lalu. Senyum yang mengiringi perginya senyum kecut peserta yang kalah dari ruangan. Hahaha…pastilah mereka sekarang menangis lebih keras..Ga boleh ya menertawai kegagalan orang lain. But…kejadian yang menimpa sang peserta ini sungguh menarik, lebih menarik dari yang dialami peserta yag telah kalah sebelumnya. Jika peserta sebelumnya kalah karena satu lembar kertas, peserta terakhir gugur hanya karena 3 huruf..

Sebuah pelajaran penting yang bisa ane ambil dari kejadian ini.

Pertama, bahwa persiapan dengan benar adalah hal yang mutlak dilakukan apalagi untuk menghadapi momen yang krusial seperti tender. Jika tender saja bisa gugur dalam detik terakhir hanya karena hal sepele, maka bagaimana dengan hidup. Sungguh persiapan harus terus dilakukan dengan maksimal sampai detik terakhir napas kita berhembus. Terlalu lebay ya..but itulah yang sebenarnya.

Kedua, Tak ada yang tak mungkin jika Gusti Allah menghendaki. Tak ada hal yang bisa terjadi tanpa acc-nya, dan tak ada yang tak bisa terjadi jika Gusti Allah sudah acc. Maka berusaha dan berdoa adalah hal yang mutlak dilakukan.

Ketiga, itulah yang mungkin dinamakan takdir. Maka bersabar dan bersyukur adalah kuncinya. Berat memang tapi itulah faktanya…..

Semakin Yakin Untuk Mengatakan..GO TO HELL !!

Posted in 2. Mboel Berjalan with tags on 25 April 2011 by anginlawu

Secuil perjalanan hidup kembali mengingatkan, betapa berbakti kepada orang tua adalah wajib bagaimanapun kondisinya. Secuil pengalaman yang mungkin baru bisa dirasakan oleh siapapun yang telah menikah dan memiliki anak.

Selasa, 19 April anak semata wayang ane harus masuk rumah sakit. Setelah panas 3 hari yang tidak turun-turun oleh dokter, anak ane didiagnosa mengalami tipus. Perjuangan sang Bunda untuk membujuk dokter dan mengupayakan rawat jalan di rumah sia-sia. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan maka Rawat Inap adalah suatu keharusan.Namun bagaimanapun juga rawat inap adalah sesuatu yang tidak menyenangkan apalagi bagi seorang bayi berumur 18 bulan. Rewel adalah hal yang pasti akan terjadi.

Maka benarlah selama dirawat 4 hari, Kayla hampir  selalu rewel apalagi di malam hari. Mungkin bukan rasa kantuk yang menjadi masalah. Tapi rasa pedih melihat anak menangis kesakitan adalah pengalaman yang tak bisa dilupakan. Mungkin jika sang anak bisa mengutarakan rasa sakitnya persoalan menjadi sedikit lain. Tapi ketika sang anak hanya bisa menangis tanpa kita tahu apa yang dirasakannya itu yang sungguh membuat pedih. Apapun dan bagaimanapun cara diupayakan untuk membuat anak merasa nyaman dan segera mendapatkan kesembuhan. Bahkan bagi beberapa orang cara “tak lazim dan menyimpangpun” kadang digunakan. Yang penting anak sembuh.

Itu mungkin hanya pengalaman 4 hari dari ratusan hari yang mungkin akan ane lalui dalam merawat, menjaga dan membesarkan sang buah hati. Mungkin akan lebih banyak lagi air mata dan keringat yang tercurah untuk kebahagian si kecil kelak. Dibutuhkan kesabaran dan rasa syukur yang luar biasa besar. Inikah dulu juga yang diberikan orang tua kita kepada kita. Apa yang kita berikan ke anak kita sekarang mungkin dan sangat mungkin belum ada apa-apanya dibanding dengan apa yang telah diberikan oleh orangtua kita kepada kita.

Secuil pengalaman dan perjalanan hidup yang semoga semakin membuka mata hati, bahwa perintah Agama untuk berbakti kepada orang tua adalah sebuah keniscayaan yang harus dilakukan memanglah benar adanya. Maka bagi engkau yang berani melawan orangtua…GO TO HELL..

Ketika Waktu Offline Telah Tiba…

Posted in 2. Mboel Berjalan with tags , on 31 March 2011 by anginlawu

Sebuah doktrin lama. Doktrin moral yang universal. Doktrin yang hampir pasti dilupakan oleh sebagian besar orang yang melata di dunia. Dan sayapun terus terang lebih sering lupa daripada ingatnya. Dan melalui status facebook seorang teman yang kelihatnnya sebenarnya untuk joke, namun ternyata telah membuka kembali ingatan saya pada doktrin lama itu.

Sebuah status facebook milik teman (Didik Agus Purnomo) yang berisi sebuah percakapan singkat. Lengkapnya percakapan dala status itu adalah sebagai berikut :

Kakek  : “Maya, kakek sdh gak kuat lagi, kakek mhn kamu terusin perkebunan kakek..”
Maya   : “Jgn bicara gitu, Kek..” (dlm hati, asiikkk dpt warisan).
Kakek  : “Sgala isi perkebunan, ternak, villa, traktor utkmu. Tlg rawat baik2, jgn lupa siram tiap hari tanaman kakek.”
Maya   : “Baik kek, tng aja..Tapi dmn perkebunan kakek? Maya kok gk pernah tahu?”
Kakek  : “Di Facebook kakek, FARMVILLE, ntar kakek kasi tau paswordnya.”

Sudah baca?? Lucu bukan?? Sebuah percakapan yang menarik dan membuat kita tersenyum geli bahkan mungkin tertawa. Namun ternyata saya melihat ada sesuatu yang lain dibalik percakapan itu. Bukannya sok bijaksana dan sok filosofis, tapi tiba-tiba alias makjegaguk alias ujug-ujug terlintas sebuah pemikiran aneh.

Jika percakapan itu diteruskan pasti Maya akan sangat terkejut, tersenyum, tertawa, atau bahkan akan jengkel dan  marah karena warisan luar biasa besar yang sudah ada di depan mata ternyata hanyalah ilusi. “Perkebunan di Farmville ??? Oh my God. kakek bercanda. itukan namanya pekerjaan sia-sia kek. Ga akan menghasilkan uang. mengeluarkan uang pasti karena harus terus online”. “Farmville yang megah akan hilang kalau internet offline”.

Apakah bisa ya jika kita membuat sebuah perbandingan?? ga tepat amat sih tapi agal logis. Bagaimana jika sebenarnya internet itu adalah hidup kita saat ini. Dan hidup kita saat ini adalah hidup kita nanti di akhirat. Jadi Perkebunan megah kita di Farmville dapat kita ilustrasikan sebagai pekerjaan kita saat ini. So kalo kita hidup kita berakhir maka pekerjaan kita bakal offline seperti farmville kita yang tamat jika internet kita offline.

Jadi jika sekarang kita menganggap pekebunan di farmville adalah sebuah ilusi. Apakah bisa dikatakan bahwa hidup kita dan pekerjaan kita sekarang adalah ilusi. Dan ketika internet menjadi offline maka kita harus kembali ke dunia nyata dengan pekerjaan kita sendiri. Nah artinya jika waktu di dunia kita juga sudah saatnya offline maka kita harus bersiap untuk menghadapi hidup yang sebenarnya. Di Akhirat tentunya???

Membingungkan??? Yang jelas status itu kembali  mengingatkan pada doktrin jadul yang sebenarnya ga akan pernah lekang oleh waktu. Sebuah doktrin yang bisa membuat hidup lebih baik. Sebuah doktrin yang mengatakan “bahwa kita pasti akan offline dari dunia ini. Dan persiapkanlah untuk hidup nyata di akhirat kelak..”

Siapkah kita??

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.