Tsunami, Salah Satu Cara Tuhan Menyapamu..
Hari ini, Jumat 11 Maret 2011 jam 14.44 waktu Jepang, Allah kembali “menyapa” manusia di bumi dengan caraNya. Sapaan itu bisa berarti peringatan atau bisa juga berarti hukuman. Hari ini, Jepang kembali diguncang gempa bumi. Gempa berkekuatan 8,8 Skala Richter (SR) mengguncang Tokyo dan wilayah sekitarnya. Otoritas Jepang pun mengeluarkan peringatan tsunami. Menurut badan Survei Geologi AS atau USGS, gempa tersebut berkekuatan 8,8 SR dan melanda sekitar 400 kilometer dari Tokyo dengan kedalaman 20 mil.
Gempa itu menyebabkan tsunami setinggi 4 sampai 10 meter daerah pesisir pantai. Demikian saksi mata pada televisi NHK sebagaimana dilansir Reuters, Jumat (11/3/2011). Tsunami ini kontan meluluh lantakkan semua yang ada di daerah pesisir pantai. Tsunami telah membuat kota-kota di Jepang luluh lantak. Api dengan ketinggian sekitar delapan kaki menerjang ruman-rumah, pabrik-pabrik, dan gedung-gedung di negara tersebut. Orang-orang berlarian dan ketakutan. Jepang yang notabene adalah salah satu negara dengan teknologi termaju di bumi ini gagal mencegah tsunami meluluh lantakkan pesisir pantainya. Peringatan dini memang berhasil didapatkan namun tak mampu mencegah datangnya tsunami. Sekali lagi membuktikan bahwa kekuatan alam masih jauh unggul atas kekuatan teknologi manusia. Dan kekuatan alam adalah salah satu “sapaan” Tuhan untuk manusia di bumi.
Ketika orang masih menyapa kita maka artinya orang tersebut masih perhatian dengan kita. Dan secara tersirat orang tersebut juga ingin perhatian kita. Sehingga ketika Tuhan “menyapa” kita dengan caraNya, berarti Tuhan masih perhatian dengan manusia di muka bumi. Begitu banyak orang yang telah melupakan Tuhan. Begitu banyak orang yang hidup tanpa Tuhan. Begitu banyak orang yang menyepelekan Tuhan. Begitu banyak orang yang merasa super kuat dengan teknologinya sehingga mengabaikan kekuatan Tuhan.
Belumkah kita sadar?? Apakah Tuhan harus terus menyapa kita agar kita sadar?? Ataukah kita terlena sehingga Tuhan harus menyapa ketika kita sudah di alam baka??? Itu akan terlambat kawan karena Tuhan tidak lagi akan menyapa dengan tsunami, tetapi akan menyapa dengan api neraka?? Semoga kita segera sadar diri…